[DI HATI KECILNYA]

Dengan sikap terbata-bata

Dengan suara tersendat-sendat

Dengan hati tersumbat darah

Guru bertanya dalam gumam

Mungkinkah berharap yang terbaik dalam kondisi yang terburuk?

Bolehkah kami bertanya apa artinya bertugas mulia

ketika kami hanya terpinggirkan tanpa ditanya tanpa disapa?

Kapan sekolah kami lebih baik dari kandang ayam !

Kapan pengetahuan kami bukan ilmu kadaluarsa!

Mungkinkah berharap yang terbaik dalam kondisi yang terburuk?

Kenapa… Ketika orang menangis kami harus tetap tertawa?

Kenapa… Ketika orang kekenyangan kami harus tetap kelaparan ?

Bolehkah kami bermimpi,

didengar ketika berbicara,

dihargai layaknya manusia,

tidak dihalau ketika bertanya?

Tidak mungkin berharap yang terbaik dalam kondisi yang terburuk!

*senandung kehidupan, doa dan sebuah harapan dari guru bangsa🙂 ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s