Bumi

BAB II

PEMBAHASAN 

A.    Litosfer

  1. Pengertian Litosfer

Litosfer adalah lapisan kulit bumi paling luar berupa batuan padat. Litosfer tersusun atas 2 lapisan yaitu kerak dan selubung yang tebalnya sekitar 50-100km. litosfer merupakan lempeng yang bergerak sehingga dapat menimbulkan pergeseran benua. 

  1. Struktur lapisan kulit bumi
    1. Macam lapisan bumi

Lapisan bumi terdiri dari: 1)      Core,  yaitu inti bumi atau barysfer yang terdiri dari lapisan nife (Niccolum = nikel, ferrum = besi), jari-jarinya 3470 km separuh dari diameter bumi, dan batas luarnya 2900 km di bawah permukaan bumi yang sangat panas menimbulkan gerakan aliran. 2)      Mantle, terdapat di atas lapisan nife setebal 3000 km, berupa batuan yang berat dengan BJ rata-rata 5, lapisan ini juga sangat panas dan merupakan tempat yang dekat dengan bagian paling atas yang menimbulkan gempa bumi. 3)      Litosfer, yaitu kulit bumi (crust) yang terletak paling luar bumi yang sangat tipis dan terdiri dari batuan yang keras, BJ-nya rata-rata 2,8. Lapisan ini tersdiri dari lapisan Sima (Sillicium + magnesium) terletak di bagian bawah, dan lapisan Sial (Sillicium + Aluminium) terdapat di bagian atas setebal sekitar 70 km.

  1. Batuan pembentuk lapisan kult bumi

Litos artinya batu-batuan, karena kulit bumi itu terdiri dari batu-batuan maka disebut litosfer. Batuan pembenuk litosfer terdiri dari tiga macam batuan yaitu: 1)      Batuan beku sebanyak 20 % Batuan beku merupakan batuan yang terjadi dari magma yang membeku karena pendinginan. 2)      Batuan sedimen sebanyak 75 % Batuan sedimen terbentuk karena lapisan endapan mengalami litifikasi (proses segmentasi dan pemadatan) sehingga endapan diubah menjadi massa batuan yang padat. 3)      Batuan metamorf sebanyak 5 % Batuan metamorf merupakan batuan yang terjadi karena pengaruh suhu, tekanan terhadap batuan sedimen dan batuan beku yang ada sebelumnya. Ketiga batuan tersebut mengalami sebuah siklus yang disebut siklus batuan dan digambarkan sebagai berikut: Berikut ini adalah klasifikasi batuan:

No Macam Batuan Contoh Batuan
1 Batuan beku

  1. Batuan beku luar
  2. Batuan beku gang
  3. Batuan beku dalam
  1. Lapirit, andesit, batu apung, basalt
  2. Porfir granit, P. sienit, P. diorite, P. odinit
  3. Granit, sienit, diorite, gabro
2 Batuan sedimen

  1. Batuan sedimen klasik
  2. Batuan sedimen kimia
  3. Batuan sedimen organic
  1. Batupasir, batu liat, breksi, konglomerat
  2. Garam dapur, gypsum, batu gamping
  3. Batuan gamping radiolarit
3 Batuan metamorf

  1. Batuan metamorf kontak
  2. Batuan metamorf dynamo
  3. Batuan metamorf pneumotilis kontak
  1. Batu pualam, batu bara tua
  2. Batu tulis dari tanah liat, antrasit dari batu bara muda
  3. Turmalin
  1. Manfaat litosfer

Litosfer mengandung unsur-unsur atau mineral yang bermanfaat bagi kehidupan, yaitu: 1)      Bahan pembentuk tanah, artinya tanah terbentuk oleh beberapa komponen salah satunya adalah mineral yang diperlukan tumbuh-tumbuhan. 2)      Banyak mengandung sumber daya alam berupa tambang, seperti timah, allumunium, besi, emas, intan, marmer, bauksit, nikel, tembaga, batubara, mangan, pasir besi dan lainnya. 3)      Adanya sumber air panas mineral untuk pemandian 4)      Adanya panas bumi yang digunakan sebagai sumber tenaga panas bumi (geothermal) 5)      Mengandung pelican sebagai bahan baku industry 6)      Sebagai penyimpan air berupa air preatis maupun air artetis.

  1. Tenaga endogen
  2. Tenaga eksogen
  3. B.     Pedosfer
  1. Proses Pembentukan Tanah
    1. Pengertian proses pembentukan tanah

Tanah merupakan salah satu faktor yang terpenting bagi kehidupan manusia, sebagaimana kita lihat segala kebutuhan hidup manusia dari produk yang bahan-bahannya hampir seluruhnya tersedia di dalam tanah. Tanah yaitu benda alam yang mempunyai sifat fisik, kimia, dan biologi tertentu berdimensi tiga dan merupakan bagian lapisan bumi terluar yang tebalnya 35 cm. Pengertian tanah menurut para ahli:

  1. Menurut ahli geologi Fiedrich, tanah adalah lapisan bumi teratas yang terbentuk dari batu-batuan yang telah lapuk.
  2. Menurut ahli pertanian, lapisan atas dari bumi yang terdiri dari bahan padat, air, udara, dan jasad-jasad hidup yang bersama-sama merupakan medium bagi pertumbuhan tanaman.
  3. Menurut ahli geomorfologi Thornbury, tanah adalah bagian dari permukaan bumi yang ditandai oleh lapisan sejajar dengan permukaan sebagai hasil modifikasi oleh proses-proses fisis, kemis maupun biologis yang bekerja di bawah kondisi yang bermacam-macam dan bekerja selama periode tertentu.

Tanah yang ideal tersusun dari bahan organis 5%, mineral 45%, udara 25% dan air 25%. Proses pembentukan tanah dimulai dari proses pelapukan batuan menjadi bahan induk tanah, dan diikuti oleh proses pencampuran bahan organic dengan mineral di permukaan tanah, pembentukan struktur tanah, pemindahan bagian atas tanah ke bagian bawah dan berbagai proses lain yang dapat menghasilkan horizon-horison tanah. Secara penampang vertical tanah terdiri dari lapisan-lapisan tanah yang disebut profil tanah. Lapisan-lapisan tanah terbentuk karena hasil proses pembentukan tanah. Adapun horizon-horison tanah tersebut terdiri dari:

  1. Horizon O           ® horizon organic yang terbentuk di atas lapisan/horizon tanah mineral. Horizon ini banyak terdapat tanah-tanah hutan yang belum terpengaruh aktivitas manusia.
  2. Horizon A           ® horizon tanah yang terdiri dari campuran bahan organic dan mineral atau seringn disebut horizon eluviasi. Eluviasi yaitu proses pemindahan bahan-bahan larutan dari horizon tanah A ke horizon B dengan cara peresapan.
  3. Horizon B           ® terletak dibawah horizon A, merupakan horizon penimbunan (iluviasi) dari bahan-bahan yang terlindih diatasnya, dapat berupa lempunng, Fe, Al, dan bahan organic.
  4. Horizon C           ® merupakan horizon tanah yang berwujud bahan induk dan sedikit terlapuk.
  5. Horizon D           ® berupa lapisan keras yang belum lapuk.
  6. Faktor-faktor pembentuk tanah

Profil tanah dan sifat-sifat tanah bisa berbeda antara daerah satu dengan daerah lain karena dipengaruhi oleh faktor-faktor pembentuk tanah yaitu bahan induk, iklim, organism, topografi dan waktu. Faktor-faktor pembentuk tanah tersebut oleh Joffe dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Faktor-faktor pasif, meliputi bahan induk, topografi dan waktu.
  2. Faktor-faktor aktif, meliputi faktor yang bertenaga dan bekerja dalam proses pembentukan tanah, seperti iklim, organisme.

Adapun faktor-faktor pembentuk tanah, yaitu:

  1. Iklim

Perkembangan profil tanah sangat dipengaruhi iklim. Unsure iklim yang paling berperan terhadap proses pembentukan tanah adalah curah hujan dan suhu udara. Kedua faktor ini menentukan reaksi-reaksi kimia dan sifat fisik di dalam tanah. Curah hujan mempengaruhi reaksi tanah. Curah hujan yang tinggi dapat mencuci kation-kation basa dari top soil ke lapisan yang lebih dalam. Suhu udara berpengaruh terhadap proses pelapukan batuan atau mineral-mineral tanah. Disamping itu iklim mempengaruhi bahan organic di dalam tanah dan aktifitas jasad hidup akan menentukan jumlah bahan organic yang terakumulasi.

  1. Organisme

Organisme yang berupa hewan dan tumbuh-tumbuhan mempengaruhi terbentuknya tanah. Kedua jenis ini yang berperan besar dalam pembentukan tanah adalah tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan hidup berperan terhadap pelapukan batuan, dan tumbuhan mati sebagai unsur hara untuk menyuburkan tanah. Disamping itu tumbuhan juga mempengaruhi tingkat eluviasi dan pencucian. Tanah-tanah yang ditumbuhi tumbuh-tumbuhan (hutan) mempunyai tingkat eluviasi dan pencucian yang besar dibandingkan dengan vegetasi rumput, karena: 1)      Hutan akan mengembalikan kation-kation alkali kepermukaan tanah dari bagian daun yang jatuh kepermukaan tanah. 2)      Air kuat sekali ditranspirasikan tanaman, sehingga tanah banyak kehilangan air, akibatnya jika turun hujan proses pencucian selalu efektif. 3)      Air yang memasuki tanah lebih masam, karena asam-asam organic di dalam horizon O sering terjadi di bawah pohon-pohon menyebabkan pertukaran basa-basa yang tercuci ke bagian bawah tanah.

  1. Topografi

Topografi mempengaruhi perkembangan pembentukan profil tanah karena: 1)      Topografi mempunyai jumlah curah hujan ter-absorbsi dan penyimpanan di dalam tanah. 2)      Topografi mempengaruhi tingkat erosi tanah. 3)      Topografi mempengaruhi arah gerakan larutan dari satu tempat ketempat yang lain. Dari tiga hal di atas topografi mempengaruhi perkembanngan profil tanah. Tanah yang mempunyai kemiringan besar akan terbentuk solum yang tipis, kandungan bahan organic yang rendah dibandingkan dengan tanah yang bergelombang dan datar.

  1. Bahan Induk

Bahan induk merupakan bahan yang membentuk tanah. Bahan ini berupa batuan (batuan beku, batuan sedimen, batuan metamorf), dan bahan organisme (sisa-sisa organisme baik hewan maupun tumbuhan). Jenis bahan induk menentukan sifat-sifat kimia dari tanah yang dihasilkan, akan tetaoi dengan adanya pencucian bagian atas top soil yang memperdalam solum pada horizon A dan B maka membentuk profil tanah yang lambat laun pengaruh sifat-sifat bahan induk semakin mengecil.

  1. Waktu

Lama waktu yang dibutuhkan tanah untuk pembentukan horison-horison tergantung pada faktor-faktor lain. Kondisi yang bisa mempercepat terbentuknya horison-horison tanah adalah suhu yang hangat, ikllim lembab, vegetasi hutan, tanah permeable, berbahan lepas rendah kandunngan kapurnya, topografi datar dengan drainase yang baik.

  1. Klasifikasi Tanah
    1. Jenis tanah di Indonesia

1)      Tanah Organosol (gambut) Jenis tanah ini berasal dari bahan induk organic dari hutan atau rumput dengan ciri-ciri tidak ada perbedaan horizon yang jelas, warna coklat hingga kehitaman, tekstur debu lempung, kadar unsure hara rendah, pH 4,0. Tanah ini terdapat didaratan pantai Kalimantan, Sumatera, Irian Jaya, Rawa Pening, Segara Anakan, dan dataran tinggi dieng. 2)      Tanah Muda

  1. Tanah alluvial

Jenis tanah ini masih muda dan belum mengalami perkembangan horizon, bahan induk alluvium, tekstur dan pH beraneka, struktur belum terbentuk, kesuburan sedang hingga tinggi, terdapat di daerah alluvial sungai,dataran alluvial pantai dan daerah cekungan (depressi).

  1. Regosol

Jenis tanah belum terbentuk horizon, bahan induk dari materi vulkanik piroklatis atau pasir pantai, tekstur pasir, struktur berbutir tunggal, konsistensi lepas-lepas, pH netral, kesuburan sedang. Penyebarannya di daerah lereng vulkan muda, gumuk-gumuk pasir pantai. Jawa, Sumatera, dan Halmahera.

  1. Litosol

Jenis tanah ini tanpa/sedikit perkembangan horizon, bahan induk dari batuan beku atau batuan sedimen keras, solum tanah dangkal, tekstur tanah beraneka dan berpasir, tak berstruktur, warna kandungan batu, kesuburan bervarias. Lokasi di daerah topografi berbukit dan pegunungan dengan kemiringan lereng hinngga curam. 3)      Tanah Merah

  1. Latosol

Jenis tanah ini telah terjadi perbedaan horizon tanah, solum tanah dalam, batuan induk dari batuan beku (tuf, batuan intrusi, material vulkanik), dan batuan sedimen (breksi), tekstur lempung, struktur remah hingga gumpal, konsistensi gembur, warna coklat-merah hingga kuning. Terdapat di daerah iklim basah, curah hujan > 300 mm/tahun, dan ketinggian tempat antara 300-1000 m.

  1. Podsolik merah-kuning

Tanah mineral telah berkembang, solum dalam, batuan induk dari batuan kapur, margel, batuan lempung atau tuf vulkanis bersifat basa, tekstur lempung hingga pasir, struktur gumpal, konsistensi lekat, bersifat agak asam (pH < 5,5), kesuburan rendah hingga sedang, warna merah-kuning, kejenuhan basa rendah, peka erosi, tersebar di daerah iklim basah tanpa bulan kering, curah hujan > 2500 mm/tahun. Terdapat di daerah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya dan Halmahera.

  1. Mediteran merah-kuning

Tanah ini batuan induknya dari batuan kapur keras (limestone) dan tuf vulkanik bersifat basa. Tanah mempunyai perkembangan profil dan mempunyai horizon B, solum sedang hingga dangkal, tekstur geluh hingga lempung, struktur gumpal bersudut, konsistensi teguh dan lekat bila basah, pH netral hinngga agak basa, kejenuhan basa tinggi dan daya absorbs sedang, permeabilitan sedang dan peka erosi, tanah ini terdapat di daerah iklim sub humid, bulan kerning nyata, curah hujan < 2500 mm/tahun, di daerah pegunungan lipatan, topografi karst (tanah terra rossa) dan lereng vulkan ketinggian <400 m.

  1. Podsol

Tanah terbentuk dari batuan induk batuan pasir dengan kandungan kuarsa tinggi, batuan lempung dan tuf vulkanik masam, sudah terbentuk horizon A2, B2 dengan jelas, tekstur lempung hingga pasir, struktur gumpal, konsistensi lekat, kandungan pasir kuarsa tinggi dan masam, kesuburan rendah, peka erosi. Terdapat di daerah iklim basah, curah hujan > 2000 mm/tahun tanpa bulan kering, topografi pegunungan.

  1. Andosol

Tanah dari batuan induk abu dan tuf vulkanis telah mempunyai perkembangan profil, solum agak tebal, warna coklat hingga hitam, kandungan organic tinggi, tekstur geluh berdebu, struktur remah, konsistensi gembur, agak asam, kejenuhan basa tinggi dan daya absorbs sedang, kelembaban tinggi, permeabilitas rendah dan peka erosi. Penyebaran di daerah iklim sedang dengan curah hujan > 2500 mm/tahun tanpa bulan kering, banyak dijumpai di ereng atas kerucut gunung api dengan ketinggian > 800 m dpl.

  1. Grumosol

Tanah batuan induknya dari batuan kapur, mergel, batuan lempeng atau tuf vulkanis bersifat basa, mempunyai perkembanngan profil agak tebal, tekstur lempung berat, struktur granuler di bagian atas dan gumpal hingga padat di bagian bawah, konsistensi lekat dan plastis bila basah, bila kerning keras dan retak-retak, kejenuhan basa dan absorbs tinggi, permeabilitas lambat dan peka erosi. Jawa, Sumatera, dan Nusa Tenggara.

  1. Penyebab Terjadinya Erosi Tanah

Erosi adalah proses hilangnya atau terangkutnya tanah dipermukaan. Menurut Frevent erosi tanah merupakan proses hilangnya lapisan tanah yang lebih cepat dari proses pemindahan/hilangnya bagian-bagian tanah karena erosi secara alami. Erosi secara alami merupakan erosi yang terjadi secara alami, pada saat lahan tertutup oleh vegetasi asli tanpa campur tangan manusia yang prosesnya berlangsunng lambat. Sedangkan erosi yang melampaui kecepatan normal akibat olah manusia sehingga merusak dan menghilangkan lapisan atas tanah disebut erosi tanah. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi erosi tanah, yaitu: 1)      Iklim Faktor iklim yang paling dominan terhadap erosi di Indonesia adalah curah hujan. Sifat hujan yang menentukan kekuatan erosi adalah intensitas hujan dan lama hujan. Intensitas hujan yang tinggi run off maka erosi akan terjadi tinggi. Demikian juga hujan yang lama maka kekuatan pelepasan tanah dan erosi permukaan akan tinggi. 2)      Relief/Topografi Sifat lereng yang menentuan erosi adalah kemiringan lereng dan panjang lereng, semakin curam lereng kecepatan aliran air dipertinggi maka erosinya tinggi. Semakin panjang lereng semakin besar volume air yang mengalir di permukaan dan proses erosinya tinggi. 3)      Vegetasi Hutan dan rumput yang tebal dapat mengurangi pengaruh iklim, topografi, dan sifat tanah terhadap erosi. Vegetasi dapat melindungi tanah dari erosi permukaan, erosi percikan air hujan dan mempertebal infiltrasi. 4)      Tanah Sifat tanah yang berpengaruh terhadap erosi yaitu yang menentukan kapasitas infiltrasi dan erodibilitas. Kapasitas infiltrasi ditentukan oleh porositas tanah, permeabilitas, tekstur tanah dan struktur tanah. Sedangkan erodibilitas ditentukan oleh ukuran dan agregat tanah 5)      Manusia Manusia sangat besar pengaruhnya terhadap terjadinya erosi. Pengaruh manusia terhadap erosi adalah tindakan pengelolaan tanaman, dan tindkan konservasi tanah. Pengelolaan tanaman berkaitan dengan tipe pengeloaan tanah, pengelolaan limbah pertanian, pola tanam dan waktu tanam. Sedangkan tindakan konservasi tanah meliputi pengelolaan dan penanaman menurut kontur, penanaman menurut strip, terrasiring, dan mencegah terjadinya pencemaran. Adapun dampak erosi terhadap kehidupan dapat dibagi dua yaitu: 1)      Dampak erosi terhadap tanah

  1. Hilangnya lapisan tanah yang sangat penting untuk budidaya tanaman.
  2. Hilangnya unsure hara dan rusaknya struktur tanah.
  3. Meningkatnya biaya produksi pertanian.
  4. Menurunnya produktivitas tanah.

2)      Dampak erosi terhadap lingkungan

  1. Terjadinya pendangkalan sungai, drainese, waduk dan pantai.
  2. Terjadinya pencemaran lingkungan dari sisa-sisa senyawa kimia dan pestisida dalam jumlah banyak.
  3. Kekeruhan sungai dan waduk yang tinggi megakibatkan pendangkalan dan menurunkan hasil pertanian karena menahan sinar matahari dan menurunnya oksigen, tetapi menyuburkan pertumbuhan gulma air.
  4. Terjadinya banjir yang membawa akibat kerugian ekonomi dan rusaknya bangunan.
  5. Adanya tekanan social ekonomi yang menyebabkan sebagian masyarakat desa pindah ke kota atau melakukan system pertanian berpindah.
  6. Usaha Mengurangi Erosi dan Mencegah Kerusakan Tanah

Bentuk erosi tanah yang terjadi melalui percikan (splash), erosi lembar (sheet), erosi alur (riil) dan erosi lembah (gully). Permasalahan erosi tanah yang telah dijelaskan dapat ditanggulangi dengan teknik mekanik, kimia, dan vegetasi dengan berbagai kegiatan-kegiatan dalam berbagai bidang, diantaranya:

  1. Bidang teknik pertanian, dengan melakukan antara lain:
  2. Cara bercocok tanam menurut garis kontur (contour farming)

Cara ini akan mengurangi dan menampung aliran permukaan dan perakaran dapat menahan tanah.

  1. Penanaman dalam jalur (strip cropping)

Yaitu bercocok tanam dengnan membagi bidang tanah dalam bentuk sempit berdasarkan ketinggian dan ditanami dengan tanaman yang berbeda-beda (tumpangsari). Cara ini akan berfungsi untuk mencegah erosi dan sebagai penyaring limpasan dari jalur lainnya.

  1. Sengkedan (terrasiring) tanah di lereng-lereng bukit

Petani menanam tanaman dengan system berteras-teras untuk mencegah erosi.

  1. Crop rotation

Petani menanam tanaman dengan pergantian jenis tanaman agar tanah tidak kehabisan unsure hara tertentu akibat diisap secara terus menerus oleh tanaman tertentu.

  1. Contour plowing

Petani membajak lahan searah dengan garis ketinggian sehingga terjadi alur-alur horizontal yang dapat mengurangi terjadinya erosi.

  1. Teknik pengairan, dengan:
  2. Membuat dam-dam penahan aliran air (check dams) dilereng-lereng gunung dan celah-celah antar bukit (gully) untuk mengurangi kekuatan airan air dan erosi.
  3. Membuat dam-dam atau tanggul penahan dan kantong-kantong pasir untuk mengatur erosi di gunung-gunung berapi.
  4. Melakukan upaya perbaikan sungai guna mengurangi erosi yang disebabkan sungai yang belum berfungsi baik.
    1. Aspek kehutanan, dengan:
    2. Melakukan reboisasi dan penghijauan.
    3. Adanya tindakan yang tegas tehadap perusakan hutan.
    4. Melakukan tebang pilih yang konsekwen.
    5. Hindari penebangan hutan secara liar.
  1. C.    Atmosfer
    1. Pengertian Atmosfer

Atmosfer berasal dari kata atmos yang artinya udara dan phere yang artinya lapisan. Atmosfer adalah lapisan udara yang terdiri atas bermacam-macam gas atau unsure yang menyelubungi bumi. Tebal atmosfer ± 10.000 km dari permukaan laut. Semakin tinggi lapisan udara itu maka atmosfernya semakin tipis. Atmosfer mempunyai sifat, antara lain: tidak berwarna, tidak berbau, tidak dapat dirasakan kecuali bentu angin, dinamis dan elastic, transparan dan mempunyai berat.

  1. Komposisi unsur dalam atmosfer

Unsur-unsur yang ada dalam atmosfer, yaitu:

Unsur Gas

Simbol

Volume

Nitrogen

N2

78,08

Oksigen

O2

20,95

Argon

Ar

0.93

Karbondioksida

CO2

0,035

Neon

Ne

0,0018

Helium

He

0,0005

Ozon

O3

0,00006

Hidrogen

H

0,00005

Kripton

Kr

Sangat kecil

Xenon

Xe

Sangat kecil

Methan

CH4

Sangat kecil

  1. Lapisan atmosfer

Macam-macam lapisan atmosfer berdasarkan suhu, yaitu:

  1. Troposfer (0-12 km)
  • Sangat besar pengaruhnya tehadap kehidupan di bumi.
  • Terjadi peristiwa-peristiwa cuaca dan iklim.
  • Terdiri atas : lapisan planetair 0-1 km

Lapisan konveksi 1-8 km Lapisan tropopause 8-12 km

  • Semakin tinggi, suhu semakin rendah.
  • Ketinggian di kutub ± 8 km, di daerah sedang ± 11 km, di ekuator ± 16 km.
  • Tropopause adalah lapisan pembatas antara troposfer dengan stratosfer.
  1. Stratosfer (12-60 km)
  • Terdiri atas: lapisan isotherm

Lapisan panas Lapisan campuran teratas

  • Terbentuk lapisan ozon (O3) dengan ketinggian 35 km.
  • Semakin tinggi, suhu makin tinggi.
  • Tidak ada uap air, debu dan awan tetapi tedapat ozon.
  • Pada ketinggian 50 km, suhu 5 o C.
  • Stratopause merupakan lapisan peralihan antara stratosfer dengan mesosfer.
  1. Mesosfer (60-80 km)
  • Memiliki temperatur -50­­o sampai 70o ­­C.
  • Meruapakan lapisan pelindung bumi dari meteor.
  • Semakin tinggi, suhu makin rendah.
  1. Thermosfer (80-100 km)
  • Temperature -40­­o sampai -5o C.
  • Molekul dan atom-atom udara mengalami ionisasi.
  • Semakin tinggi, suhu makin tinggi.
  1. Ionosfer (100-800 km)
  • Temperature 0o ­sampai 70o C.
  • Seluruh atom mengalami ionisasi.
  • Terdapat gelombang radio.
  1. Eksosfer ( >800 km)
  • Merupakan lapisan atmosfer paling luar.
  • Pengaruh gravitasi sangat kecil.
  • Benturan antar bagian udara jarang terjadi.
  1. Manfaat atmosfer

Manfaat atmosfer adalah sebagai berikut:

  1. Memungkinkan tejadinya awan, dimana udara mengandung uap air jika mengembun maka akan membentuk awan.
  2. Sarana berlangsungnya proses pembakaran, tanpa udara kita tidak dapat menyalakan api, bernafas dan lain sebagainya.
  3. Menyebabkan suhu bumi tidak teralu tinggi pada siang hari dan tidak terlalu dingin pada malam hari.
  4. Melindungi makhluk hidup dari sengatan matahari.
  5. Melindungi bumi dari hujan meteor.
  6. Nitrogen dapat berfungsi sebagai bahan pembuatan pupuk.
  7. Karbon dioksida yang bermanfaat untuk proses fotosintesis pada tumbuhan.
    1. Unsur-unsur cuaca dan iklim

Iklim adalah keadaan rata-rata udara dalam waktu yang lama (300-100 tahun) dengan daerah yang cukup luas. Sedangkan cuaca adalah keadaan udara pada suatu saat waktunya cukup singkat dengan daerah yang sempit. Unsur-unsur yang mempengaruhi perubahan cuaca atau iklim adalah

  1. Penyinaran matahari (radiasi).
  2. Suhu udara.
  3. Angin.
  4. Awan.
  5. Kelembaban.
  6. Curah hujan.
  7. Tekanan udara.
  8. Klasifikasi iklim
    1. Pembagian iklim menurut garis lintang (iklim matahari)

Pembagian iklim ini didasarkan pada banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima. Pembagian iklim matahari sebagai berikut: 1)      Iklim tropis terletak antara 23,5o LU – 23,5o LS 2)      Iklim subtropics terletak antara 23,5o LU – 35o atau 23,5o LS – 35o LS 3)      Iklim sedang terletak antara 35o LU – 66,5o LU atau 35o LS – 66,5o LS 4)      Iklim dingin terletak antara 66,5o LU – 90o LU atau 66,5o LS – 90oLS

  1. Pembagian iklim menurut Junghuhn

Pembagian iklim ini didasarkan pada dasar ketinggian (vertikal) dengan jenis vegetasi alam yang tumbuh didaerah tersebut. Pembagian iklim menurut Junghuhn terbagi menjadi: 1)      Daerah panas             : ketinggian tempat 0 – 100 m 2)      Daerah sedang          : ketinggian 700 – 1500 m 3)      Daerah sejuk             : ketinggian 1500 – 2500 m 4)      Daerah dingin           : ketinggian 2500 m ke atas

  1. Pembagian iklim menurut Koppen

Pembagian iklim ini berdasarkan jumlah curah hujan dan suhu alasnya. Pembagiannya yaitu: 1)      Tipe iklim A  : iklim hujan tropis dengan temperature normal bulan terdingin lebih dari 18oC. 2)      Tipe iklim B  : iklim kering, penguapan melebihi curah hujan. 3)      Tipe iklim C  : iklim sedang

  1. Pembagian iklim menurut Schmidt-Fergusen
  2. Pembagian iklim menurut Oldeman
  3. a
  4. D.    Hidrosfer
    1. Pengertian

Hidrosfer berasal hydros yang berarti air, dan dari kata spheira yang berarti bulatan atau bola. Jadi arti hidrosfer adalah bola atau bulatan air yang menyelubungi bumi. Hamper tiga per empat bumi ditutupi oleh air dengan jumlah yang tetap dan hanya mengalami perubahan bentuk. Hal ini terjadi karena air mengalami siklus yang disebut daur idrologi atau water cycle. Hidrosfer di permukaan bumi meliputi danau, laut, lautan, sungai, salju, gletser, air tanah.

  1. Siklus air

Siklus air (daur hidrologi) meliputi gerakan air mulat dari laut ke atmosfer, atmosfer ke tanah dan dari tanah kembali lagi ke laut. Air naik ke udara dari permukaan laut dan daratan melalui penguapan. Penguapan terjadi karena penyinaran matahari. Matahari memancarkan energi panas ke seluruh bumi akibatnya terjadilah penguapan dari laut, sungai, danau, rawa, dan wilayah perairan lainnya. Uap air yang terbentuk bergerak naik ke udara. Semakin tinggi uap air bergerak , suhu udara semakin rendah. Di daerah yang bersuhu rendah tersebut, uap air itu mengalami kondensasi dan berubah menjadi titik-titik air dan jatuh sebagai hujan. Di daerah yang sangat tinggi, uap air tersebut membeku menjadi salju yang disebut proses sublimasi. Oleh sebab itu, air di permukaan bumi terdiri dari tiga macam yaitu, cair, gas dan padat. Terdapat 3 macam siklus air:

  1. siklus pendek (siklus kecil)
  2. siklus sedang ( siklus menengah)
  3. siklus panjang (siklus besar)
  4. Perairan darat
    1. Air tanah

Air yang meresap ke bawah dan sampai mengisi zona pori-pori tanah disebut dengan air tanah. Air tanah berdasarkan kedalamannya dibedakan menjadi : 1)        Air Tanah Dangkal ( Air Tanah Freatik) Air tanah dangkal yaitu air tanah yang terjadi dari air hujan yang meresap ke dalam tanah dan berkumpul di atas lapisan kedap air (impermeable) yang paling dekat ke permukaan bumi. 2)      Air Tanah Dalam (Air Tanah Artesis) Air tanah dalam yaitu air tanah yang berada pada lapisan batuan yang porous(lolos air). Lapisan ini berada di antara dua apisan batuan yang tidak tembus air.

  1. Sungai

Sungai adalah air tawar yang mempunyai aliran di mana sumbernya ada di daratan dan bermuara ke laut, danau, maupun sungai yang lebih besar. a)      Klasifikasi Sungai (1)   Berdasarkan Sumber Airnya

No

Jenis Sungai

Keterangan

123 Sungai HujanSungai CampuranSungai Gletser Sungai yang volumenya berasal dari air hujan, baik langsung maupun dari air hujan yang sudah meresap ke dalam tanah dan kemudian muncul kembali sebagai mata air.Sungai yang sumber airnya bersala dari campuran air hujan dan lelehan salju (gletser).Sungai yang sunber airnya berasal dari lelehan gletser.

(2)   Berdasarkan Volume Airnya

No

Jenis Sungai

Keterangan

1 Sungai Permanen Sungai yang airnya tetap stabil sepanjang tahun
2 Sungai Periodik Sungai yang volume airnya melimpah pada waktu musim hujan dan berkurang pada waktu musim kemarau

(3)   Berdasarkan Arah Alirannya

No

Jenis Sungai

Keterangan

1 Sungai Konsekuen Mempunyai arah aliran searah dengan kemiringan lereng
2 Sungai Subsekuen Mempunyai arah aliran tegak lurus terhadap sungai konsekuen
3 Sungai Obsekuen Mempunyai arah aliran berlawanandengan sungai konsekuen
4 Sungai Resekuen Mempunyai arah aliran sejajar dengan sungai konsekuen

(4)   Berdasarkan Struktur Geologi

No

Jenis Sungai

Keterangan

1 Sungai anteseden Sungai dengan arah aliran sungai yang tetap dan tidak terpengaruh oleh adanya pengangkatan daerah sekitarnya
2 Sungai Superposed Sungai yang mengalir pada suatu dataran aluvial hingga struktur batuan di dataran tersingkap

b)      Pola Aliran Sungai Pola aliran sungai dapat digolongkan sebagai berikut :

No

Jenis Pola Aliran

Keterangan

1 Dendritik Pola alirannya tidak teratur, mirip dengan cabang/akar tanaman. Pola aliran ini terdapat di daerah plato
2 Trellis Pola aliran berbentuk seperti tralis. Berkembang pada daerah pegununga lipatan dan patahan atau daerah yang banyak rekahan
3 Rectangular Pola alirannya membentuk sudut siku-siku. Pola aliran ini terdapat di daerah patahan
4 Anular Pola ini anak-anak sungai mengalir menuju sungai sebsekuen
5 Radial Sentrifungal Pola aliran yang menyebar dari suatu puncak. Pola seperti ini terdapat pada daerah yang berbentuk gunung/kerucut
6 Radial Sentripetal Pola aliran yang arahnya mengumpul menuju suatu pusat. Pola seperti ini terdapat pasa suatu daerah yang berbentuk cekung/basin.
  1. Danau

Danau adalah permukaan daratan yang cekung atau lebih rendah daripada muka daratan di sekelilingnya, kemudian terisi oleh air. Air danau dapat berasal dari air hujan, air sungai, air tanah, dan mata air. Danau mempunyai manfaat yang besar bagi kehidupan. Manfaat danau antara lain pengendali banjir, irigasi, perikanan, pembangkit tenaga listrik, rekreasi, dan sumber air bersih. Jenis-jenis danau menurut faktor penyebabnya antara lain danau tektonik, danau vulkanik, danau tektonik-vulkanik, danau karst, danau glasial, dan lain-lain.

  1. Rawa

Rawa merupakan tubuh air permukaan yang umumnya terdapat di daerah dengan topografi relatif datar, seperti dataran pantai dan muara sungai.

  1. Perairan laut

Laut merupakan bagian dari permukaan bumi yang tertutup oleh air dan mempunyai kadar garam yang cukup tinggi. Cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang lautan adalah oseanografi. a)      Jenis-Jenis Laut 1)      Laut Berdasarkan Proses Terjadinya

No

Jenis Laut

Proses Terjadinya dan Karakteristik Lain

1 Laut transgresi › Terjadi karena naiknya permukaan air laut sehingga     menggenangi daratan› Laut mengalami penambahan luas› Laut transgresi bersifat dangkal
2 Laut Ingresi › Laut dalam yang terjadi karena dasar laut mengalami patahan› Akibat dari gerakan penurunan dapat menghasilkan penurunan laut› Laut ini mempunyai kedalaman di atas 200 m
3 Laut Regresi › Pada laut ini terjadi penyempitan akibat adanya proses sedimentasi

2)      Laut Berdasarkan Letaknya

No

Jenis Laut

Keterangan

1 Laut Tepi Laut yang terletak di pinggir benua dan seolah-olah terlepas dari samudra luas oleh daratan semenanjung
2 Laut Pertengahan Terletak di antara benua dan merupakan laut dalam serta mempunyai gugusan kepulauan
3 Laut Pedalaman Laut yang hampir seluruhnya dikelilingi oleh daratan

b)      Wilayah Dasar Laut Wilayah dasar laut dapat dibedakan berdasarkan kemampuan cahaya matahari menembus dasar perairan. Wilayah ini adalah sebagai berikut :

No

Wilayah Laut

Keterangan

1 Litoral Bagian dari pantai yang tampak pada waktu air surut, Pada saat pasang tertutup air laut, pada saat surut menjadi daratan,  Merupakan zona pesisir
2 Neritik Mempunyai kedalaman 200 m, sinar matahari dapat masuk dalam zona ini, banyak ditemukan kehidupan binatang dan tumbuhan
3 Batial Mempunyai kedalaman 200 m-2000 m, merupakan lereng benua, sinar matahari tidak dapat menembus zona ini, sulit ditemukan kehidupan binatang dan tumbuhan
4 Abisal Mempunyai kedalaman lebih dari 2000m, suhu rendah tekanan udara tinggi, matahari tidak bisa masuk dalam zona ini,tidak ditemukan kehidupan

c)      Zona Laut Berdasarkan Wilayah Kekuasaan Negara 1)      Zona Laut Teritorial Zona laut teritorial adalah zona yang dibatasi oleh garis khayal berjarak 12 mil dari garis dasar ke arah laut lepas. Jika lebar lautan yang membatasi dua negara kurang dari 24 mil maka garis tetitorial ditarik sama jauh dari masing-masing negara 2)      Zona Landas Kontinen Zona landas kontinen merupakan dasar laut yang secara geologis maupun morfologi adalah lanjutan dari sebuah kontinen (benua) dengan kedalaman laut kurang dari 150 m. Sebagai contoh Indonesia terletak di antara landas kontinen Asia dan Australia 3)      Zona Ekonomi Eksklusif Wilayah zona ekonomi eksklusif dihitung dari garis dasar laut lurus ke arah laut bebas sejauh 200 mil laut.

abel=”Name” type=”name” required=”true” /]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s