Amanah dan Tanggung Jawab

BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah
            Pada zaman modern ini, amanah dan tanggung jawab sulit sekali untuk ditemukan. Banyak orang yang menganggap bahwa amanah dan tanggung jawab merupakan suatu hal yang tidak wajib untuk dipenuhi atas apa yang telah dipercayakan seseorang padanya. Padahal amanah dan tanggung jawab merupakan suatu kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap orang yang telah mendapatkan kepercayaan tersebut.
B.   Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas, dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut:
1.     Apakah pengertian dari amanah?
2.     Sebutkan macam-macam amanah?
3.     Apakah pengertian dari tanggung jawab?
4.     Sebutkan macam-macam tanggung jawab?
C.   Tujuan Penulisan Makalah
Berdasarkan rumusan masalah diatas, dapat dirumuskan tujuan pembahasan sebagai berikut:
1.     Mengetahui pengertian dari amanah
2.     Mengetahui macam-macam amanah
3.     Mengetahui pengertian dari tanggung jawab
4.     Mengetahui macam-macam tanggung jawab
BAB II
PEMBAHASAN
A.   Pengertian Amanah
Dalam dunia ini kita mendapatkan begitu banyak amanah,baik dari Allah maupun dari sesama manusia namun kebanyakan dari mereka belum menerapkan sifat terpuji itu secara utuh dalam kehidupan sehari-hari.Secara Harfiah,amanah artinya dipercaya.Kalau secara khusus,amanat berarti mengembalikan sesuatu yang dititipkan oleh seseorang kepadanya.Adapun makna Umumnya adalah menyampaikan atau melaksanakan sesuatu yang di tugaskan kepadanya.Dan lawan dari sifat amanah tersebut adalah khianat.
B.   Macam-macam Amanah
1. Amanah dalam Memelihara Titipan dan Mengembalikannya
Titipan yang diberikan oleh seseorang merupakan kepada kita merupakan amanah. Oleh karena itu, amanah harus dijaga agar jangan sampai ada yang berkurang atau mengalami kerusakan. Sehingga kita bisa mengembalikannya dalam bentuk seperti semula.
2.     Amanah dalam menjaga rahasia
Rahasia merupakan sesuatu yang harus disembumyikan agar orang lain tidak mengetahuinya. Karena hal itu termasuk amanah, baik rahasia bersifat pribadi, keluarga, organisasi, hingga negara.
3.     Amanah untuk tidak menyalahgunakan jabatan
Jabatan merupakan salah satu amanah yang harus dipelihara atau dijalani dengan sebaik-baiknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Oleh sebab itu, seorang pejabat jangan sampai menyalahgunakan jabatan yang telah diamanahkan kepada kita, karena apabila seorang pejabat melakukannya, maka sesungguhnya dia telah menghianati Allah, Rasul-Nya, dan kaum mukminin.
4.     Amanah dalam melaksanakan kewajiban
Dalam hidup ini, kita memiliki predikat yang banyak baik sebagai pribadi, suami, istri, orang tua, anak, pemimpin, atau sebagainya. Sebagai apapun kita ada kewajiban-kewajiban yang harus kita laksanakan. Karena halini merupakan penunaian suatu amanah yang diberikan kepada kita dan semuanya itu akan tercatat seluruhnya dihadapan Allah SWT.
5.     Amanah dalam menjaga agama
Menjaga agama Allah merupakan amanh yang paling besar yaitu amanah dalam menjaga nilia-nilai agama dan menyiarkannya kepada seluruh manusia. Sadarlah bahwa kita bertanggung jawab atas agama ini dan kita akan mempertanggung jawabkan semua itu dihadapan Allah.
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW yang artinya:
“Sampaikanlah pesanku kepada manusia meskipun hanya satu ayat.”[1]
Dan juga sesungguhnya menjaga amanah dengan baik dapat menghapuskan dosa-dosa dari kesalahan perbuatan kita. Seperti sabda Rasulullah SAW:
“Jaminlah enam perkara untukku maka aku akan menjamin surge untuk kalian, jujurlah dalam berkata, tepatilah janji jika kalian berjanji, sampaikan amanah yang dipercayakan kepadamu, jagalah kemaluan kalian, jagalah penglihatan kalian dan jagalah tangan kalian dari perbuatan keji.” [2]
6.     Amanah dalam menjual dan membeli
Diantara jenis amanah yang lain adalah amanah dalam jual beli dan amanah dalam profesi kita. Karena profesi seseorang merupakan sebuah amanah yang harus dijaga dan itu adalah amanah yang besar dan janganlah sekali-kali untuk menghianatinya.
C.   Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah perwujudan dari kesadaran manusia akan kewajibannya atas tingkah laku atau perbuatan yang telah dilakukan, baik disengaja ataupun tidak disengaja. Sesuai dengan firman Allah SWT:
“ Tiap-tiap diri (individu) bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.”[3]
Dari ayat diatas tampak jelas bahwa tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Manusia memiliki tuntutan yang besar untuk bertanggung jawab mengingat ia mementaskan sejumlah peranan dalam konteks social, individual, maupun teologis.
Dalam konteks sosial,manusia merupakan makhluk sosial. Ia tidak bisa hidup sendirian, pasti membutuhkan orang lain.
Tanggung jawab dalam konteks individual berkaitan dengan konteks teologis. Manusia sebagai makhluk individual harus bertanggung jawab terhadap dirinya  dan bertanggung jawab tehadap Tuhannya. Tanggung jawab manusia tehadap dirinya akan lebih kuat intensitasnya apabila ia memiliki kesadaran yang mendalam. Demikian juga tanggung jawab manusia tehadap Tuhannya, timbu karena manusia sadar akan keyakinan nilai-nilainya. Terutama keyakinannya terhadap nilai yang bersumber dari jalan agama.
Tanggung jawab dalam konteks pergaulan manusia adalah keberanian. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang berani menanggung risiko atas segala yang menjadi menjadi tanggung jawabnya. Dengan rasa tanggung jawab orang yang bersangkutan akan berusaha melalui seluruh potensi dirinya dam mau berkorban demi orang lain. 
D.   Macam-macam Tanggung Jawab
1.      Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Setiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab terhadap keluarganya yang menyangkut nama baik keluarga.
2.      Tanggung Jawab Kepada Masyarakat
Manusia sebagai makhluk sosial merupakan anggota dari masyarakat yang hidup bersama ditengah-tengah masyarakat. Karena itu dalam berpikir, bertindak, dan sebagainya manusia terikat oleh masyarakat. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuata harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
3.      Tanggung Jawab Kepada Bangsa Negara
Manusia adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir dan bertindak , manusia terikat oleh norma-norma yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia salah, ia harus bertanggung jawab kepada negara.
4.      Tanggung Jawab Kepada Tuhan
Tanggung jawab kepada Tuhan  menuntut kesadaran manusia untuk memenuhi kewajiban dan pengabdiannya kepada Tuhan YME. Menyembah itu mengabdi kepada Tuhan, sebagai wujud dari tanggung jawab kepada Tuhan.
BAB III
STUDI KASUS
Contoh penyalahgunaan amanah.[4]
            Jabatan merupakan salah satu amanah yang harus dipelihara atau dijalani dengan sebaik-baiknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebagaimana telah dijelaskan dalam pembahasan diatas. Oleh sebab itu, seseorang yang telah diberi amanah hendaknya menjaga dan melaksanakan amanahnya itu dengan sebaik-baiknya dan jangan sampai menghianatinya seperti kasus diatas.
            Seseorang yang telah diberi amanah sebagai sopir kepala sekolah dengan beraninya mengambil brangkas yang berisi uang sebesar Rp. 260 Juta diruang bendahara. Namun perbuatan tersebut akhirnya terbongkar dan ia mengakuinya. Maka dari itu kita sebagai manusia yang beriman sudah seharusnya menjaga amanah yang telah diberikan kepada kita dengan sebaik-baiknya karena apabila kita menghianatinya maka sesungguhnya kita telah menghianati Allah, Rasul Nya dan kaun mukmninin. Sebagaimana Rasulullah bersabda:
   “Tidaklah seseorang dikatakan beriman jika tidak menjaga amanah dan tidaklah beragama orang yang mengingkari janjinya.”[5]
Maksud dari hadits diatas adalah orang yang tidak amanah membuat imannya tidak sempurna. Dan barangsiapa yang berhianat terhadap amanah yang diberikan maka imannya belum sempurna meskipun dia mendirikan sholat dengan khusyuk, atau sudah menjalankan ibadah haji. Intinya, selama dia tidak menjaga amanah yang ada padanya maka imannya belum sempurna.
Sungguh dalam amanah, tidak ada kata balas dendam. Ini adalah makna yang sangat penting sekali bagi kita dan butuh pemahaman yang dalam. Oleh karena itu, marilah kita sampaikan amanah-amanah itu karena waktu kita hanya sebentar, dan jangan lupa untuk menyampaikan apa yang telah disabdakan Rasulullah:
   “Jika anda menelantarkan amanah, maka tunggulah masa kehancuran. Jika engkau menyerahkan sebuah urusan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah masa kehancuran.”[6]
Sepertinya amanah menjadi salah satu susunan tata surya, seperti matahari dan rembulan, Jika matahari tidak terbit lagi atau tidak muncul kembali maka hancurlah dunia, demikian juga dengan amanah yang tidak lagi dijaga maka dunia pun akan hancur.
Oleh karena itu penting sekali amanah bagi kehidupan kita baik di dunia maupun di akhirat. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
“Ada empat perkara bagi siapa saja yang mampu melakukannya maka tidak akan kekurangan apapun didunia ini; menjaga amanah, berkata jujur, berakhlak mulia dan bersabar dalam kesulitan.”
BAB IV
PENUTUP
A.   Kesimpulan
1.      Sifat amanah itu bukan hanya penting tetapi merupakan akhlak yang mulia yang harus ada dalam pribadi setiap manusia yang hidup.
2.      Apabila ia menghianatinya maka ia termasuk orang-orang yang merugi baik di dunia dan di akhirat.
3.      Seseorang yang telah mampu menjaga amanah maka dia termasuk orang-orang yang tidak akan merugi. Seperti yang dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW yang artinya:
“ Empat perkara yang apabila ada padamu, tidak akan merugikan lepasnya segala sesuatu dari dunia dari padamu, yaitu: memelihara amanah, tutur kata yang benar, akhlak yang baik, dan bersih dari tamak.” (HR. Ahmad)
4.      Sifat tanggung jawab merupakan perwujudan kesabaran tiap-tiap manusia akan kewajiban tehadap perbuatannya. Seperti firman Allah SWT yang artinya:
“ Tiap-tiap diri (individu) bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.”(QS. Al Mudatsir 74:38)
5.      Manusia sebagai makhluk individual harus mempenyai sifat tanggung jawab terhadap dirinya (keseimbangan jasmani dan rohani) dan juga terhadap Tuhannya (sebagai penciptanya).
6.      Tanggung jawab manusia terhadap dirinya dan Tuhannya itu akan lebih kuat intensitasnya apabila ia memiliki kesadaran yang mendalam dan nantinya juga akan muncul keyakinan terhadap nilai-nilainya.
7.      Problem utama yang dirasakan pada zaman sekarang sehubungan dengan masalah tanggung jawab adalah rusaknya peranan moral dan rasa hormat diri terhadap pertanggung jawaban.
8.      Manusia itu disamping tanggung jawab terhadap diri pribadi masih ada tanggung jawab  yang lain:
a.       Tanggung jawab terhadap Keluarga
b.      Tanggung jawab kepada Masyarakat
c.       Tanggung jawab kepada Bangsa Negara
d.      Tanggung jawab kepada Tuhan
B.   Saran
Penulis memandang bahwa amanah dan tanggung jawab merupakan suatu hal atau kewajiban yang harus dipenuhi oleh masing-masing individu atas apa yang telah dipercayakan padanya. Oleh karena itu, setiap individu harus menjaga amanah dan tanggung jawab yang telah dipercayakan padanya baik kepada sesama manusia atau bahkan kepada Tuhannya.
DAFTAR PUSTAKA
Notowidagdo, Rohiman. (2000). Ilmu Budaya Dasar Berdasarkan Al Qur’an dan Hadits. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Yani, Ahmad. (2007). Be Excellent (Menjadi Pribadi Terpuji). Jakarta: Al Qalam Gema Insani.
Khalid, Amru. (2007). Berakhlak Seindah Rasululloh. Semarang: Pustaka Nuun.
Solihin, & Rosyid. (2005). Akhlak Tasawuf Manusia, Etika & Makna Hidup. Bandung: Nuansa.  



[1]  HR. Ahmad, hadits (5/323)
[2]  HR. At Tirmidzi, hadits (2669)
[3] Terjemah QS al Mudatsir (74:38)
[4] Jawa Pos edisi Senin 11 Oktober 2010
[5] HR. Ahmad, hadits (3/135)
[6]  HR. Bukhari, hadits (59)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s